keteladanan nabi Muhammad SAW
Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW lahir dari
pasangan suami istri yang bernama Abdullah bin Abdul Mutholib dan Aminah binti
Wahab. Sayangnya, ayah beliau Abdullah sudah meninggal dunia ketika Nabi
Muhammad SAW masih berada dalam kandungan sang ibu. Jadi, beliau telah menjadi
yatim bahkan sebelum dilahirkan.
Pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun
Gajah, Nabi Muhammad SAW dilahirkan, bertepatan dengan hari Senin, 20 april 571
Masehi. Mengapa disebut tahun gajah? Karena pada tahun itu , pasukan gajah di bawah
pimpinan Abrahah Habasyah menyerang Ka’bah.
Namun, pasukan gajah tersebut dikalahkan oleh burung ababil yang diutus oleh
Alloh swt. Seperti dikisahkan dalam QS
Al-Fill ayat 1- 5:
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad)
memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ
Bukankah Dia telah menjadikan
tipu daya mereka itu sia-sia?
وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ
Dia mengirimkan kepada mereka
burung yang berbondong-bondong
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ
yang melempari mereka dengan batu
dari tanah liat yang dibakar,
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ
sehingga Dia menjadikan mereka
seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Saat masih bayi, Nabi Muhammad SAW disusui oleh
ibunda Aminah dan Tsuwaibah hanya selama 8 hari saja. Mengapa demikian? Karena
pada saat itu bangsa Arab memiliki kebiasaan menyerahkan bayi-bayi mereka
kepada perempuan dari pedalaman untuk disusui. Tujuannya agar bayi-bayi itu
terhindar dari penyakit yang biasa menyebar di perkotaan dan agar fisiknya bisa
tumbuh sehat di tengah-tengah hawa pedalaman yang segar.
Biasanya, perempuan pedalaman
yang biasa menyusui bayi masyarakat perkotaan berdatangan mencari bayi-bayi
yang akan disusui. Sudah barang tentu mereka mencari bari dari keluarga kaya.
Begitu datang rombongan para wanita yang biasa menyusui bayi dari Bani Sa’ad ke
Makkah, Abdul Mutholib pun memberi tahu Halimah binti Abu Du’aib dari Bani saad
ibn Bakar atau Halimah Sa’diyah tentang cucunya yang baru beberapa hari lahir.
Pada awalnya, Halimah enggan
menerima bayi Muhammad karena yatim. Perempuan-perempuan dari pedalaman itu
tentu mengharapkan upah yang memadai untuk jasa menyusui selama 2 tahun. Oleh
sebab itu biasanya mereka menghindari bayi dengan status yatim seperti bayi Nabi
Muhammad SAW. Tetapi akhirnya Halimah mau menerima bayi Nabi Muhammad SAW karena
tidak mendapatkan bayi yang lain.
Selama 2 tahun bayi Nabi Muhammad
SAW tinggal di Thaif, disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh puterinya yang
bernama Syaima. Sesudah dua tahun Nabi Muhammad SAW disapih dan dibawa kembali
ke pangkuan ibunya di Mekkah. Hingga
suatu hari Nabi Muhammad SAW diajak oleh ibunya mengunjungi makam sang ayah. Dalam
perjalanan pulang dari ziarah ke makam ayahnya, sang ibu meninggal dunia untuk
selamanya. Nabi Muhammad SAW pun kini menjadi yatim piatu, saat itu beliau
berumur 6 tahun.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW kecil
diasuh oleh kakeknya yaitu Abdul Mutholib. Nabi Muhammad SAW hidup bersama
kakeknya hanya selama 2 tahun, hingga suatu ketika kakeknya pun harus meninggal
dunia.
Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW yang
saat itu berumur 8 tahun ikut pamannya yang bernama Abu Thalib. Abu thalib
bukanlah orang yang kaya, sehingga untuk membantu pamannya, Nabi Muhammad SAW kecil
ikut menggembala ternak. Lalu ketika berumur 12 tahun, dia ikut berdagang bersama
pamannya. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat
dipercaya sehingga mendapat gelar al amin yang artinya orang yang dapat
dipercaya.
Berita perihal kejujuran Nabi
Muhammad SAW viral seantero negeri sehingga sampai terdengar oleh Khadijah
binti khuwailid, seorang janda yang mempunyai status tinggi di kalangan bangsa
Arab. Kemudaian Khadijah pun mempercayakan barang daganganyya ke tangan Nabi
Muhammad SAW. Lama kelamaan Khadijah merasa tertarik dengan Nabi Muhammad SAW dan
ia mengutus sahabatnya nafisah binti ummayah untuk membantunya. Setelah nafisah
binti ummayah menyampaikan niat dari Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun
menyampaikan kabar tersebut kepada pamannya. Akhirnya , Nabi Muhammad SAW bersama
pamannya datang melamar khadijah. Dan akhirnya Nabi Muhammad SAW menikahi
khadijah dengan mahar 20 ekor unta betina muda.
Menjelang turunnya wahyu yang
pertama. Nabi Muhammad SAW bermimpi dimana Malaikat Jibril menemuinya.
Kemudian, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk menyendiri di gua hira untuk
merenungkan mimpinya tersebut. Hingga
suatu ketika Malaikat Jibril mendatangi nabi Muhammad dan berkata: “Bacalah”
Nabi Muhammad SAW menjawab: “Saya
tidak bisa membaca”
Lalu malaikat merangkul Nabi
Muhammad SAW hingga beliau merasa kepayahan. Kemudian malaikat Jibril pun
melepaskan dan mengatakan :”Bacalah”
Nabi Muhammad SAW pun kembali
menjawab:”Saya tidak bisa membaca”
Lalu malaikat Jibril merangkul
beliau untuk yang kedua kalinya, hingga Nabi Muhammad SAW pun merasa kepayahan
kembali. Kemudian malaikat Jibril melepaskan dan mengatakan:
“Bacalah”
Nabi Muhammad SAW pun kembali
menjawab:”Saya tidak bisa membaca”
Lalu malaikat Jibril merangkul
beliau untuk yang ketiga kalinya, hingga Nabi Muhammad SAW pun merasa kepayahan
kembali. Kemudian malaikat Jibril melepaskan dan mengatakan:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Bacalah dengan (menyebut) nama
Tuhanmu yang menciptakan!
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
Dia menciptakan manusia dari
segumpal darah.
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha
Mulia,
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
yang mengajar (manusia) dengan
pena.
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Dia mengajarkan manusia apa yang
tidak diketahuinya.
Comments
Post a Comment